Sepak bola di Arab Saudi kini telah menjadi urusan negara yang sangat serius. Mengutip laporan media Spanyol, Onda Cero, pemerintah Arab Saudi tidak segan-segan menggelontorkan dana fantastis sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan tim nasional, terutama setelah keberhasilan mereka mengunci tiket ke Piala Dunia dengan menahan imbang Irak.
Bukan main-main, setiap pemain dan staf pelatih dikabarkan diganjar bonus sebesar lima juta riyal atau setara satu juta dolar Amerika Serikat per orang. Kebijakan ini bukanlah hal baru, mengingat sebelumnya para pemain juga menerima hadiah mewah usai menaklukkan Argentina pada perhelatan Qatar 2022 silam.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBEDi bawah asuhan pelatih berpengalaman asal Prancis, Hervé Renard, tim berjuluk The Green Falcons ini mencoba membangun kembali momentum positif. Meski sempat mengalami awal yang sulit di babak kualifikasi, Renard dinilai mampu membawa perubahan signifikan berkat pemahamannya yang mendalam terhadap karakter skuad.
Salem Al-Dawsari tetap menjadi sorotan utama dalam barisan serangan Arab Saudi. Bintang Al-Hilal ini diandalkan untuk kembali menjadi pembeda di lapangan, sebagaimana ia pernah mencatatkan namanya sebagai pencetak gol penentu saat menumbangkan Argentina di edisi sebelumnya.
Sebagian besar pemain Arab Saudi saat ini masih berkiprah di kompetisi domestik, Saudi Pro League. Namun, keberadaan Saud Abdulhamid yang kini bermain untuk klub Italia, AS Roma, diharapkan mampu memberikan dimensi taktik berbeda dan pengalaman berharga dari sepak bola Eropa.
Secara strategi, Arab Saudi dikenal kerap menerapkan taktik menekan tinggi untuk mencuri bola di wilayah lawan. Menurut analisis Onda Cero, pendekatan ini terbukti efektif saat mereka tampil disiplin dan kompak, namun tantangan terbesar mereka tetap pada menjaga konsistensi performa di sepanjang turnamen.
Terjebak di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Cabo Verde, Arab Saudi mengusung target realistis untuk melaju ke fase gugur, sesuatu yang belum pernah mereka capai sejak tahun 1994. Meski tidak dijagokan oleh bursa taruhan, semangat pantang menyerah dan motivasi bonus besar diharapkan mampu menjadi pelecut kejutan di lapangan.