Berdasarkan laporan media The Guardian, wacana penambahan kontestan Piala Dunia dari 32 menjadi 48 tim yang digagas oleh Presiden FIFA Gianni Infantino sempat menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan sepak bola global sejak pertama kali diumumkan.
Di satu sisi, legenda sepak bola Argentina Diego Maradona menyambut baik inisiatif tersebut karena membuka kesempatan bagi setiap negara untuk bermimpi tampil di panggung akbar. Namun di sisi lain, mantan pelatih timnas Jerman Joachim Low menilai ekspansi ini berpotensi merusak nilai kompetitif turnamen dalam jangka panjang.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBEMengutip laporan media tersebut, gelaran akbar di Amerika Utara yang akhirnya dimenangkan oleh Spanyol setelah melalui 104 pertandingan membuktikan bahwa argumen dari kedua tokoh sepak bola itu sama-sama memiliki dasar yang kuat.
Dari segi positif, turnamen ini sukses merayakan keberagaman global dengan memberikan jatah kuota lebih besar bagi konfederasi Asia dan Afrika. Sejumlah tim debutan seperti Curaçao sukses mencuri perhatian lewat gol penyeimbang Livano Comenencia saat menghadapi Jerman.
Kendati demikian, penambahan peserta juga menghadirkan jurang kualitas yang sangat mencolok di fase grup. Berbeda dengan edisi sebelumnya di Qatar di mana jarak peringkat FIFA antartim tidak terlalu jauh, Piala Dunia kali ini menyajikan setidaknya lima pertandingan grup dengan selisih peringkat lebih dari 65 tangga.
Lebih lanjut, sistem peringkat ketiga terbaik yang diterapkan demi mengakomodasi 48 tim juga menghadirkan drama serta kebingungan tersendiri bagi para pemain dan suporter. Sejumlah tim harus menunggu beberapa hari kepastian nasib mereka sebelum akhirnya dipastikan tersingkir dari turnamen.
Melihat dinamika yang terjadi, FIFA kini mulai mengisyaratkan wacana lanjutan untuk memperluas turnamen menjadi 64 tim di masa depan. Meskipun hal tersebut dinilai logis untuk merapikan format grup, tantangan logistik dan potensi penurunan kualitas laga-laga big match tetap menjadi Pekerjaan Rumah besar bagi otoritas sepak bola dunia.
Sebagaimana diberitakan oleh media internasional, perdebatan mengenai masa depan format turnamen akbar ini dipastikan akan terus menjadi topik hangat di kalangan pecinta sepak bola global dalam beberapa bulan ke depan.