Sebagaimana diwartakan oleh surat kabar Corriere della Sera, mantan penyerang Lazio Paolo Di Canio kembali mencuri perhatian publik lewat wawancara blak-blakannya mengenai dinamika sepak bola modern. Pria berusia 58 tahun yang kini aktif sebagai pengamat televisi tersebut dikenal tidak pernah ragu menyampaikan pandangan tajamnya tanpa filtering.
Dalam kesempatan tersebut, Di Canio secara khusus menyoroti performa penyerang AC Milan Rafael Leao yang kerap dinilai tampil inkonsisten. Menurut laporan media Italia, ia bahkan mengkritik pernyataan sang pelatih yang meminta pemain asal Portugal itu untuk menikmati permainan di atas lapangan.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBE"Semitilah, di lapangan siapa yang sebenarnya bersenang-senang? Anda harus berkeringat, bekerja, berlari, dan yang terpenting berkorban", ujar Di Canio dengan nada tegas mengecam budaya instan di dunia sepak bola profesional.
Selain membahas individu pemain, pengamat nyentrik ini turut memetakan persaingan ketat di kompetisi Serie A musim mendatang. Mengutip laporan Corriere della Sera, Di Canio menempatkan Inter Milan sebagai kandidat terkuat peraih scudetto berkat kestabilan manajemen dan kedalaman skuad yang dimiliki Cristian Chivu.
Ia juga memberikan pandangannya mengenai langkah Juventus dan Napoli yang melakukan perombakan di kursi kepelatihan. Kehadiran Massimiliano Allegri di kubu Partenopei dinilai sebagai langkah taktis yang tepat untuk meredam kelelahan fisik usai era kepelatihan sebelumnya.