Berdasarkan laporan media, Timnas wanita Kamerun mencatat sejarah besar dengan keluar sebagai juara Women's Africa Cup of Nations atau Wafcon 2026 usai membungkam debutan kejutan Malawi dengan skor 3-0 di Rabat. Kemenangan gemilang ini menandai era baru dalam sepak bola wanita Afrika setelah dominasi tim-tim kuat seperti Nigeria dan Afrika Selatan runtuh di babak perempat final.
Perjalanan Kamerun menuju tangga juara tergolong luar biasa mengingat mereka tidak lolos secara langsung, melainkan baru bergabung setelah turnamen diperluas menjadi 16 tim. Di bawah asuhan pelatih wanita pertama mereka, Valentine Nguele, tim berjuluk Indomitable Lionesses tampil sangat solid dengan menyingkirkan raksasa Nigeria sebelum akhirnya mengangkat trofi perdana mereka.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBE"Sepak bola adalah sebuah gairah sejati, dan saya sangat mencintai setiap momen yang saya habiskan di lapangan setiap hari," ujar Valentine Nguele mengungkapkan filosofi melatihnya sebagaimana diwartakan oleh media internasional.
Gelar juara ini semakin lengkap berkat penampilan luar biasa dari para pemain bintang Kamerun di sepanjang turnamen. Penjaga gawang Michaely Bihina sukses menyabet penghargaan sarung tangan emas berkat aksi penyelamatan gemilangnya, sementara gelandang muda Monique Ngock dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen setelah membayar tuntas air matanya pada final tahun 2016 silam.
"Ketika saya menangis pada tahun 2016, saya berjanji akan membalasnya jika Tuhan memberikan kesempatan dan melakukan segalanya untuk membawa pulang trofi itu," kenang Monique Ngock mengenai tekad baja yang membawanya mengantarkan Kamerun meraih kejayaan.
Sementara itu, hasil minor justru harus ditelan oleh juara bertahan Nigeria yang gagal melaju ke semifinal dan dipastikan absen dari ajang Piala Dunia tahun depan usai kalah dari Afrika Selatan di babak playoff. Kegagalan total tersebut memaksa Federasi Sepak Bola Nigeria memecat staf pelatih dan membentuk gugus tugas khusus untuk menyelidiki kemerosotan prestasi tim nasional mereka.