Sebagaimana diwartakan dalam laporan media olahraga, pembalap asal Spanyol Carlos Sainz harus menghadapi akhir pekan yang berat dalam lanjutan ajang Formula 1 Grand Prix Belanda. Memulai balapan dari posisi ke-17, Sainz mengakui bahwa dirinya terus-menerus bergulat dengan masalah keseimbangan mobil akibat performa lantai kendaraan yang tidak stabil.
Mengutip wawancara eksklusif dari AS, Sainz secara blak-blakan menyoroti kelemahan utama timnya yang berkaitan dengan standar kontrol kualitas serta proses produksi suku cadang. Ia menyebutkan bahwa masalah inkonsistensi komponen onderdil mobil balap ini menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi tim jika ingin kompetitif di musim depan.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBE"Ini adalah salah satu dari titik lemah terbesar kami sebagai sebuah tim, yaitu kontrol kualitas dan produksi pada suku cadang. Ini adalah area di mana kami paling harus berbenah tahun depan, bahkan lebih penting daripada masalah bobot mobil, karena masih ada bayang-bayang masa lalu yang harus dihilangkan," ujar Sainz.
Sainz menambahkan bahwa timnya sebenarnya sempat mencoba melakukan berbagai perubahan pengaturan atau set-up pada kendaraannya. Namun, upaya tersebut terlambat membuahkan hasil karena variasi performa di antara suku cadang pengganti masih menjadi misteri besar yang harus segera dipecahkan oleh para insinyur pabrikan.
Menatap sesi balapan utama di sirkuit Zandvoort, pembalap andalan Williams tersebut menyadari bahwa peluang untuk meraup poin sangat kecil kecuali terjadi kekacauan besar akibat kondisi cuaca hujan. Meski demikian, ia memilih untuk fokus menjadikan sisa balapan sebagai sarana pembelajaran guna mempersiapkan fondasi mobil yang lebih kompetitif pada masa mendatang.