Nigeria Football Federation atau NFF yang sebelumnya dikenal sebagai Nigeria Football Association merupakan badan pengatur sepak bola resmi di Nigeria yang berpusat di kota Abuja. Organisasi ini pertama kali diluncurkan secara resmi pada tahun 1945 dan sukses membentuk tim nasional sepak bola Nigeria pertama pada tahun 1949, sebelum akhirnya bergabung dengan CAF pada 1959 serta FIFA pada 1960.
Berdasarkan catatan sejarah, sejarawan sepak bola Nigeria Kunle Solaja menemukan bukti arsip dari surat kabar Nigerian Daily Times yang mengindikasikan bahwa federasi ini kemungkinan besar sudah terbentuk sejak tahun 1933. Penemuan tersebut merujuk pada artikel berjudul Proposed Football Association serta iklan rapat terbuka yang digelar di Health Office, Broad Street, pada bulan Juli dan Agustus 1933.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBEDukungan atas temuan tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Public Affairs Officer FA David Berber yang mengungkapkan bahwa nama Nigeria Football Association pertama kali muncul dalam FA Handbook musim 1938 hingga 1939. Dalam dokumen resmi asosiasi sepak bola Inggris tersebut, tercatat daftar asosiasi afiliasi dengan F.B Mulford yang bertindak sebagai Sekretaris NFA yang berkantor di Lagos.
Sebagai induk organisasi sepak bola nasional, NFF bertanggung jawab penuh dalam mengorganisasikan berbagai kompetisi domestik bergengsi di Nigeria. Hingga tahun 2008, tercatat ada tiga liga utama yang berada di bawah naungannya yaitu Nigerian Premier League, Amateur League, dan Women's League, serta lima turnamen termasuk Federation Cup dan Women's Cup.
Dinamika Konflik Internal dan Bayang Bayang Korupsi NFF
Perjalanan Nigeria Football Federation tidak pernah lepas dari berbagai gejolak internal termasuk masalah sanksi penangguhan dari FIFA pada bulan Juli 2014 lalu. Sanksi tersebut sempat dijatuhkan akibat adanya intervensi hukum di pengadilan yang menghalangi presiden NFF dalam menjalankan roda organisasi sepak bola di negara Afrika tersebut.
Selain masalah sanksi internasional, NFF juga menghadapi tantangan besar terkait Rancangan Undang Undang atau RUU NFF yang telah disahkan oleh National Assembly of Nigeria pada tahun 2019. Meskipun disambut baik oleh publik untuk memajukan sepak bola lokal, RUU tersebut menuai perdebatan karena dinilai berpotensi bertentangan dengan undang-undang konstitusi serta statuta FIFA terkait independensi organisasi anggota.
Persoalan lain yang terus membayangi tubuh NFF adalah isu korupsi sistemik yang telah lama mengakar di dalam industri olahraga Nigeria. Berbagai praktik kecurangan dilaporkan kerap mewarnai proses pengadaan kontrak, penunjukan pelatih, pemilihan wasit di lapangan, hingga proses pemilihan anggota dewan pengurus.
Dampak dari borok korupsi tersebut bahkan sempat memicu kritik tajam dari berbagai pemangku kepentingan industri sepak bola nasional. Mantan Presiden Senat Nigeria David Mark dalam suatu sidang parlemen pada tahun 2013 bahkan secara terbuka melabeli Nigeria Football Federation sebagai salah satu lembaga pemerintah paling korup di negara tersebut.