Pigs Three Different Ones merupakan salah satu trek paling ikonis dari album kesepuluh band rock legendaris Pink Floyd yang bertajuk Animals pada tahun 1977. Dalam konsep album yang membagi masyarakat ke dalam tiga kategori yakni Dogs, Pigs, and Sheep, lagu ini secara khusus merepresentasikan kalangan kelas atas yang memiliki kekayaan, kekuasaan, serta kendali penuh atas masyarakat.
Lagu yang diciptakan oleh Roger Waters ini memuat tiga bait utama yang masing-masing menggambarkan sosok babi berbeda dalam pandangan sang musisi. Bait pertama ditujukan bagi para pebisnis secara umum, sementara bait kedua menyoroti politikus konservatif asal Inggris, Margaret Thatcher, yang saat itu menjabat sebagai pemimpin oposisi.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBEAdapun bait ketiga dalam lagu tersebut secara spesifik mengarah pada aktivis kampanye moral asal Inggris, Mary Whitehouse. Menariknya, Roger Waters sempat menegaskan bahwa penyebutan nama Whitehouse dalam lirik lagunya sama sekali tidak memiliki kaitan dengan Gedung Putih tempat kediaman resmi Presiden Amerika Serikat.
Dari segi penggarapan musik, lagu ini menampilkan eksplorasi audio yang unik melalui penggunaan efek talk box oleh David Gilmour pada solo gitar untuk menirukan suara babi. Keunikan aransemen serta lirik yang sarat akan muatan kritik sosial politik membuat karya ini terus dikenang sebagai salah satu pencapaian musikal terbesar dalam sejarah band.
Transformasi Penampilan Panggung dan Kontroversi Modern
Selain versi studio yang berdurasi sekitar 11 menit, lagu Pigs Three Different Ones kerap dibawakan secara jauh lebih panjang ketika Pink Floyd menggelar konser langsung. Dalam berbagai pementasan turnamen musik mereka, durasi lagu tersebut bahkan bisa mencapai hingga 20 menit dengan tambahan berbagai improvisasi solo instrumen.
Perjalanan lagu ini terus berlanjut hingga dekade-dekade berikutnya ketika Roger Waters membawakannya kembali dalam rangkaian tur solonya. Pada masa-masa tersebut, penampilan lagu ini sering kali diiringi dengan berbagai elemen visual bernuansa politik serta kritik tajam terhadap tokoh-tokoh kontroversial dunia.
Penggunaan visual politik yang cukup mencolok dalam konser-konser solonya sempat memicu beragam reaksi dari para penonton setia maupun pihak sponsor acara. Meskipun demikian, Waters tetap konsisten menyuarakan pandangan politiknya melalui pengulangan pesan-pesan kritik sosial di atas panggung.
Hingga kini, Pigs Three Different Ones tetap menjadi salah satu karya monumental yang merefleksikan keberanian Pink Floyd dalam menyuarakan kritik sosial. Warisan musikal dan pesan mendalam yang terkandung di dalamnya terus menginspirasi para pencinta musik rock di seluruh penjuru dunia.