Pihak NBA secara resmi membantah temuan sebuah penelitian medis baru yang menyatakan adanya kaitan langsung antara lonjakan menit bermain atau beban kerja yang tinggi dengan peningkatan risiko cedera tendon Achilles di kalangan pebasket profesional.
Sebelumnya, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Orthopaedic Journal of Sports Medicine menyebutkan bahwa terdapat lonjakan beban kerja yang signifikan dalam 10 hingga 15 pertandingan sebelum seorang pemain mengalami robek pada tendon Achilles.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBEMenanggapi hal tersebut, Direktur Kedokteran Olahraga NBA Dr. John DiFiori menyatakan bahwa studi yang dirilis baru-baru ini memiliki sejumlah keterbatasan metodologis yang cukup penting untuk dicermati kembali.
"Melalui kajian mendalam yang kami lakukan bersama para epidemiolog independen dari musim 2012-2013 hingga saat ini, kami tidak menemukan adanya hubungan antara cedera tendon Achilles dan jumlah menit bermain sebelum cedera," ujar DiFiori dalam pernyataan resminya.
Tinjauan Ulang Data Cedera Achilles oleh Pihak NBA
Pihak liga menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan kesehatan, performa, serta pencegahan cedera bagi seluruh atlet melalui kelompok kerja khusus kesehatan tendon dan berbagai riset lanjutan yang objektif.
Isu mengenai cedera Achilles sendiri sempat menjadi sorotan tajam setelah liga mencatat lonjakan kasus yang cukup signifikan pada beberapa musim sebelumnya, sebelum akhirnya angka cedera tersebut kembali mengalami penurunan drastis pada musim lalu.
Evaluasi menyeluruh terhadap rekam medis pemain terus dilakukan oleh NBA guna memahami pola cedera tendon yang kerap menjadi momok menakutkan bagi para atlet profesional di lapangan basket.
Berbagai kajian independen dilibatkan untuk memastikan bahwa setiap temuan ilmiah dapat diuji secara transparan berdasarkan data historis liga dalam kurun waktu satu dekade terakhir.