Pelatih kepala Minnesota Timberwolves Chris Finch secara terbuka mengakui bahwa keputusan timnya mengandalkan Anthony Edwards sebagai pengatur serangan atau point guard pada musim lalu merupakan langkah yang keliru. Keputusan tersebut dinilai justru memberikan beban yang tidak semestinya kepada sang bintang muda di atas lapangan.
"Kami mungkin telah merugikan Anthony musim lalu, di beberapa kesempatan, saat memainkannya sebagai seorang point guard," ujar Finch dalam acara Road Trippin" Show. "Hal itu akhirnya menjadi bumerang bagi kami. Dia memang menjalankan tugasnya dengan sangat baik, tetapi di babak playoff, tim lawan terus menerus melakukan double team atau penjagaan ganda."
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBEFinch menambahkan bahwa Timberwolves kini bertekad untuk mengembalikan Edwards ke posisi naturalnya sebagai pemain tanpa bola atau off the ball. Menurutnya, strategi musim lalu gagal menciptakan cukup banyak peluang tembakan tiga angka sambil jalan bagi pemain bintang tersebut.
Meskipun demikian, Edwards tetap mampu mencatatkan musim statistik terbaiknya sepanjang karier pada 2025-2026. Pemain berusia 25 tahun itu mencatatkan rata-rata poin tertinggi dalam kariernya yakni 28,8 poin per pertandingan dengan persentase tembakan 48,9 persen serta 39,9 persen dari garis tripoin.
Kehadiran LaMelo Ball Bawa Dimensi Baru untuk Timberwolves
Namun, dominasi peran Edwards di lini serang membuat permainan Timberwolves menjadi mudah dibaca oleh lawan. Puncaknya terjadi ketika San Antonio Spurs menerapkan penjagaan ganda secara intensif yang berujung pada tersingkirnya Timberwolves dalam enam pertandingan di Semifinal Wilayah Barat.
Langkah manajemen mendatangkan LaMelo Ball melalui bursa transfer musim panas diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan lini serang Timberwolves. Ball dinilai sebagai sosok playmaker yang sangat dibutuhkan untuk menjadi jembatan penghubung dalam skema permainan tim asuhan Chris Finch.
Finch meyakini kehadiran Ball tidak hanya akan meringankan beban Edwards, tetapi juga berpotensi memaksimalkan performa pemain lain seperti center Rudy Gobert sebagai ancaman dalam situasi lob. Kemampuan umpan matang Ball terbukti mampu mendongkrak efisiensi menembak rekan setimnya di klub sebelumnya.
LaMelo Ball sendiri memiliki catatan impresif dengan rata-rata 7,3 assist sepanjang kariernya serta akurasi tembakan tiga angka mencapai 36,8 persen pada musim lalu. Meskipun sempat dihantui masalah cedera, penampilan konsistennya dalam 72 pertandingan musim lalu menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain elit.